Mantra Tandur
Deskripsi
Mantra bercocok tanam yang digunakan oleh masyarakat petani desa wiyurejo, kec. Pujon Kabupaten Malang. Mantra bercocok tanam atau mantra tandur bagian dari ritual tandur yang dilakukan sebelum menanam.. Mantra Tandur (MT) berisi mengenai ungkapan permohonan izin (pamitan) yang dilakukan sebelum seorang petani melakukan cocok tanam.
Mantra Tandur muncul karena kondisi sosial ekonomi masyarakat desa wiyurejo bermata pencaharian sebagai petani, karena adanya potensi agragris di wilayah desa wiyuejo banyak lahan persawahan dan perkebunan yang menjadikan sumber ekonomi utamanya yaitu pertanian dan perkebunan. Karena mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan berkebun tidak menurup kemuningkan terdapat cara atau sistem yang telah disusun atau terlembagakan dan masuk ke dalam pola pikir dan perilaku masyarakat desa wiyurejo, salah satunya yaitu sebelum melakukan penanaman masyarakat desa wiyurejo melakukan pamit atau mohon izin kepada Tuhan dan semesta Alam agar tumbuhan yang akan ditanam subur dan membawa keberkahan.
Mantra Tandur ini, diindikasikan berisi doa-doa yang ditujukan kepada TuhanYang Maha Kuasa, atau mereka menyebutnya Pengeran. Doa tersebut memiliki harapan, agar tanaman yang mereka tanam bisa tumbuh dengan baik, dijauhkan dari
segala macam bala’, dan mendapatkan hasil yang baik. Selain itu, ungkapan permohonan izin kepada sang Pencipta dan unggah-ungguh (sopan santun) lebih terlihat sebagai manifestasi nilai kesantunan dalam Nilai Budaya Jawa.
Terdapat 2 jenis MT di desa wiyurejo ini, MT 1 (Mantra Tandur) sudah terdapat doa dengan unsur islam, sedangkan mantra tandur 2 yaitu doa (mantra) orang orang terdahulu sehingga memiliki unsur asli jawa dan khusus dipraktikan untuk menanam kacang kacangan.
Mantra ini tidak diketahui siapa pengarang dan penciptanya, sehingga dikategorikan sebagai folklor yang berupa tradisi lisan
Tidak pasti, namun para tokoh terakhir yang memiliki pengetahuan mengenai MT ini, penggunaan MT ini sudah di lakukan pada tahun 1970-an, dan berhenti dipraktikan pada masa orde baru
Terdapat beberapa mantra tandur di wilayah Indonesia, namun memiliki bahasa dan makna yang berbeda beda.
MT 1
Salamualaikumsalam
‘assalamualaikum’
ibu bumi bapa kuasa
‘ibu bumi bapak angkasa’
kulo titip wiji wonten gigir samean
‘aku titip benih di punggung kamu’
setogo, setogo, ontogo
‘setogo, setogo, ontogo’
wulu siung upas mandi
‘bulu taring bisa manjur’
mandi saking ngersane Allah
‘manjur atas kuasa Allah’
yahu Allah, yahu Allah, yahu Allah
‘yahu Allah, yahu Allah, yahu Allah’
laa ilaaha illallah
‘laa ilaaha illallah’
muhammadurrasulullah
‘muhammadurrasulullah’ (Mantra Tandur I)
MT II
Semilahirrahmanirrahim
‘bismillahirrahmanirrahim’
kem sarikem
‘kem sarikem’
tunggak mengo kolo mingkem
‘batang membuka marabahaya menutup’
picek amblek, mboh gak roh, mboh gak roh
‘buta (dan) roboh, entah tidak tahu, entah tidak tahu’ (Mantra Tandur II)
Referensi
Wawancara dan Dokumentasi Asli
Koreksi Kami
Temukan informasi yang perlu diperbaiki? Kirim masukan kepada arsiparis.
