01 — Tradisi dan ekspresi lisan

Eyang Raden Sumodiharji

🏷 01KARANGBESUKI1 📍 Karangbesuki 👤 Eyang Raden Sumodiharji

Deskripsi

Eyang Raden Sumodiharji merupakan keturunan dari Sultan Hamengkubuwono III yaitu raja dari mataram islam. Beliau salah satu (pasukan) diponegoro yang ikut dalam perang jawa. Beliau memiliki 5 saudara yang juga sebagai punden yaitu eyang raden sumodirejo di karangbesuki, eyang raden singodirejo di dampit, eyang raden sodimejo di blitar dan eyang raden imorejo di dampit. Pada tahun 1800 M Untuk turut mempertahankan wilayah, senopati (pasukan) diponegoro dikirim dan dipecah sebanyak 40% ke wilayah timur, termasuk wilayah lereng gunung kawi, turen, blitar bandulan, dampit, gondanglegi.

Karena terdapat utusan untuk mempertahankan wilayah dari penjajah, maka pasukan diponegoro yang dikirim ke wilayah timur harus membersihkan wilayah atau babat alas untuk dihuni sebagai tempat pertahanan, padepokan untuk pasukan-pasukannya. Di samping beliau menjadi pejuang, beliau yang memulai kehidupan di bandulan, yang mengawali adanya pemukiman penduduk, adanya pabrik- pabrik.

Berdasarkan buku-buku dari sesepuh yang tercatat dan di silsilahkan beliau memulai mbabat alas desa bandulan pada tahun 1800 M, sehingga disini sampai ada bangunan bangunan belanda yang sudah dirubah ke bangunan modern. Beliau murni mempertahankan wilayah dari penjajah dan membuka lahan baru sehingga inidvidu lain dapat nyaman tinggal dan berlindung dari penjajah. Makanya dinamakan punden, karena beliau yang pertama kali menempati dan membuka lahan disini.
Beliau juga melatih kegiatan seni, olahrasa untuk meningkatkan jasmani dan rohani dan berkehidupan bermasyarakat sesuai zamannya. Untuk keturunannya disini sudah tidak ada karena beliau pendatang, namun masih ada para santri yang dulu pernah berguru pada Ki Sumodiharjo yang masih peduli akan sejarah beliau.

Nilai dan makna

Seseorang untuk mengawali sebuah perjuangan kalau ga punya bekal jasmani dan rohani sulit, jadi beliau punya jadi memiliki hal itu yang menyebabkan sebuah tradisi dan budaya untuk generasi ke depan Nah, budaya sendiri itu sebenarnya sebuah kebiasaan dari pola pikir yang dilakukan oleh sekelompok individu atau perorangan atau tempat yang dilakukan bersama sama. Itu kan budaya. Ya, budaya, macem-macem, secara garis besar sebesar kan umum. Ya, ada budaya, telekomunikasi, budaya seni, budaya gerak. Jadi budaya tidak sempit. Harus seni, harus ini, tidak. Jadi proses kehidupan, kegiatan yang diluncurkan oleh seseorang tergantung pada budaya. Jadi, budaya itu lebih baik. Tapi kalau dari sisi arti, budaya, daya itu kan kekuatan energi. Dan budaya itu aplikasi dari daya itu. Terima kasih, budaya, pola pikir dari kebiasaan yang positif dan negatif. Jadi ada budaya positif dan negatif.

Makna yang bisa diambil sebuah ketulusan keikhlasan tanpa mengharapkan apapun untuk menjaga nusantara, memikirkan kehidupan generasi agar memiliki wilayah, jika tidak memiliki ketulusan akan sulit dilakukan. Belau memiliki manunggal, roh dengan ketuhannya sangat kuat sehingga tidak ada pandang bulu siapapununtuk menerima orang tinggal di wilayah tersebut. Kalau tidak terdapat daya illahi dan ketulusan, keteladanan akan sulit untuk dilakukan.

Referensi

wawancara dan dokumentasi asli

Koreksi Kami

Temukan informasi yang perlu diperbaiki? Kirim masukan kepada arsiparis.