Tradisi Pengambilan air 7 sumber desa toyomarto
Deskripsi
Munculnya kegiatan ini untuk merayakan memperingati hari jadi desa toyomarto, dan diawali dengan gali sejarah, yaitu arkeolog pak dwi cahyono, sesepuh sespuh desa dan akhirnya menemukan hari jadi desa dengan acuan yaitu prasasti dinoyo 2 itu diangka tahun 905 saka, jika dimasehikan sudah 119 tahun, akhirnya sudah membentuk kelompok mengenai toyomarto, akhirnya muncul 7 air dan 7 tahan karena terdiri dari 7 dusun dan masing masing punya sumber air ada 7 juga, maka setiap di bulan oktober tanggal 17 diadakan tradisi penyatuan air dan tanah di 7 dusun sebagai bentuk amanah pemerintah desa.
Ada prosesi sumber air akan diambil dari 7 putri dari masing masing dusun itu kita arak mulai dari dusun masing maisng dan ketemu di pentungan sari lalu kita melakukan tradisi. 7 kendi kendi di putri tadi kita berikan kepada pak kasun untuk mencampur air dan tanah di satu gentong lalu bersama sama oleh pak kasun diangkat dan diberikan pada kepala desa. Tujuannya yaitu sebagai simbol amanah untuk menjaga dan merawat desa, sebagai pemegang amanah setiap 8 tahun bisa berubah. Maka setiap tahunnya kita ingatkan kepala desa hanya pemengang amanah untuk menjaga air dan tanah di desa toyomarto
Nilai nilai sebagai ungkapan syukur mengenai SDA yang dimiliki, dan sebagai sumber kerukunan warga kita punya 7 rw bagaimana warga kita biar bersama sama membawa amanah untuk diberikan kepada kepala desa. Prosesinya tidak hanya menyerahkan, prosesi yang dilakukan berurutan ada dusun yang menyelenggarakan sedekah bumi dan slametan sumber air, dusun dusun bergiliran untuk melakukan pengambilan air di sumber air yang akan dibawa ke rumah pak kasun, dilakukan dengan doa bersama istighosah berama, biasanya 1 dusun selesai dan minggu kedua selesai dan selanjutnya. Setelah 7 dusun selesai baru dilaksanakan gramatirta.
Tahun 2020 baru kita gali sejarah desa toyomarto dan rencanakan kegiatan ini, dan baru terlaksana tahun 2022, 2022 dan 2023 sudah kita laksanakan.
Dulu ide untuk membuat konsep gramatirta ada tim sembilan, dari beberapa dusun untuk mengkonsepkan ada jagong desa, mencoba gali sejarah bagaimana biar bisa menjadi tradisi tahunan.
Kegiatan fokus di satu desa, satu tempat. Tapi prosesinya ga di satu tempat tapi ke 7 dusun untuk mengambil airnya.
Referensi
Wawancara dan Dokumentasi Asli
Koreksi Kami
Temukan informasi yang perlu diperbaiki? Kirim masukan kepada arsiparis.
