Sumberawan
Deskripsi
Ritual tirta amerta sari (kirab tirta) menjadi kegiatan rutin di semua desa wilayah kabupaten malang, mengadakan ruwatan desa. Namun yanga da disini menjadi sebuah judul yaitu “sedekah bumi dan slametan sumber air ini dilaksanakan di waktu yang berbeda. Slametan sumber air dilaksanakan di hari kedua dan sedekah bumi di hari ketiga. Ritual tirtaamertasari wujud rasa Syukur masyarakat atas dikarunianya sumber mata air yang melimpah. Sumber air ini menjadi sarana penting penunjang dalam kehidupan sehari hari dalam pertanian, hidup sehari hari, memasak, dan sebagainya dan juga spiritual. Ritual tirta amerta sari sebagai wujud rasa Syukur atas tuhan yang maha esa atas melimpahnya sumber mata air yang diwujudkan dengan slametan.
Pada awalnya tradisi ini muncul pada saat musim tanam padi, awalnya ada tradisi “wiwit” yang awalnya berhubungan dengan pertanian. Hanya pada saat itu masyarakat yang mempunyai lahan pertaian melaksanakan tradisi wiwit tadi, lalu berkembang dengan seiringnya waktu pada tahun 2016, diberikan inovasi baru dengan model arak Arakan dengan nama kirab sacral tirta amerta sari, konsepnya napak tilas, berbaris. Mulai lapisan masyarakat kepala desa, kepala dusun, ketua rt dan rw lalu masyarakat lainnya berbaris start dari rumah kepala dusun dan finish di candi sumberawan dan dilakukan proses pengambilan air.
Banyak nilai-nilai yang terkandung, yaitu mengenai Sejarah, mata air ini diyakini sebagai air suci dan air amerta. Lalu ada nilai gotong royong, karena semua masyarakat kesadaran diri untuk gotong royong menyukseskan acara ini, lalu nilai pendidikan, pengelan pada generasi muda untuk menjaga dan melestarikan tradisi.
Tradisi dilakukan dengan cara arak Arakan mulai tahun 2016, sebelumnya dilaksanakan dnegan cara berkelompok yaitu per dusun, karena pada desa ini memiliki banyak sumber mata air. Jadinya tradisi ini dulu dilakukan dnegan sediri sendiri yaitu per dusun atau per rt
Era Kerajaan ada yang namanya upacara nawatirta, hubungannya pernah dilaksanakan oleh hayam wuruk dengan mengunjungi beberapa sumber air. Namun yang disini munculnya ketika sesudah masa Kerajaan yang awalnya dengan tradisi pertanian wiwit
Penyebaran yang melakukanRitual yang berhubungan dengan air, yang diketahui desa toyomarto dengan pendit. Di pendit ada grebeg tirto aji, sedangkan disini hanya kirab tirta amerta sari
Referensi
Wawancara dan dokumentasi asli
Koreksi Kami
Temukan informasi yang perlu diperbaiki? Kirim masukan kepada arsiparis.
