Nyekar Topeng Polowijen
Deskripsi
Di polowijen terdapat mpu topeng yang dikenal dengan Mbah Reni, namun nama aslinya Ki Condro Suwono, lahir di polowijen dan mendapatkan gelar Ki ageng Sunggung Linuwih dari bupati malang ki adipati aryo suryo adiningrat bupati ke-4 malang pada tahun 1890-an. Beliau meninggal di 1930 an, di masa itu kehidupan mbah reni sekitar 40 tahun mendedikasikan mengenai topeng malang, tapi pekerjaan utama mbah reni adalah juragan kayu, orang kaya, tapi dia bisa membuat t topeng yang sangat bagus sehingga menjadi standar topeng malang saat itu. Seluruh kepala desa di malang, yang saat itu berupa wilayah kabupaten malang akhirnya semuanya bisa membuat topeng malang, sehingga kesenian itu tumbuh dan berkembang.
Persebaran topeng malang, tidak hanya di polowijen juga menyebar di jabung, tumpeng dna sebagainya, karena mbah reni menikah dengan orang jabung. Topeng malangan juga ad apenyebaran mulai di dumonggo, ranggang, sembreng, jambuwer, pakisaji hingga gunung kawi.
Dimulainya Nyekar topeng belum diketahui persis, namun banyak seniman yang sering melakukan nyekar di makam maestro topeng atau penopen senior. Bahkan yang unik para pemain topeng, jika beliau meninggal, pada saat dimakamkan kerandanya akan dipanggul dnegan orang yang memakai kostum topeng lengkap. Kalau orang meninggal otomatis dia akan membuat momentum tentang tradisi nyekar. Tradisi nyekar di makam mbah reni juga sudah lama dilakukan oleh para penari topeng, pembuat topeng yang sebenernya mereka bukan siapa siapa tidak keterunan mbah reni itu dilakukan karena merasa berterima kasih atas jasa mbah reni yang sudah memperkenalkan topeng malang sebagai kesenian malang yang Sebagian orang yang bekrja dalam bidang itu ya menghasilkan. Ziarah itu dilaksanakan ada yang setiap jumat legi, setiap setahun sekali yaitu suro dan lain sebagainya, kalau di kampung budaya polowijen itu setiap suro.
Makna nya yaitu sederhana saja bahwa mengingatkan kembali peran penting mpu topeng yang kemudian membawa perubahan di malang, jadi punya kebudayaan agar dapat tidak lupa jasa jasanya. Diselenggarakannya dalam bentuk event besar di hari tertentu, atau mengikuti jadwal ketika hajat tertentu sehingga dilaksanakannya nyekar. Ada juga yang berkunjung ke polowijen dan pengenalan situs dan dilakukannya ziarah.
Nyekar itu dalam rangka mengingatkan pasti manusia akan mati, tentang makam dan kuburan
Mengingatkan tentang 3 amalan yang tidak pernah putus, yaitu anak sholeh yang mendoakan mbah reni, meskipun bukan keturunannya.
Referensi
wawancara dan dokumentasi asli
Koreksi Kami
Temukan informasi yang perlu diperbaiki? Kirim masukan kepada arsiparis.
