03 — Praktik sosial, ritual, dan festival

Bersih Desa Balearjosari

🏷 03BALEARJOSARIRT04RW021 📍 Balearjosari RT 04, RW 02. No 499. Blimbing, Kota Malang 👤 -

Deskripsi

Tradisi "Bersih Desa" di Balearjosari merupakan bentuk pelestarian budaya leluhur yang dilakukan setiap tahun pada 1 Suro atau Tahun Baru Jawa, bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Tradisi ini merupakan bagian dari ikhtiar masyarakat untuk berdoa bersama, membersihkan lingkungan, dan membersihkan hati sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur yang pertama kali membuka wilayah tersebut.

Prosesi Bersih Desa di Balearjosari melibatkan kegiatan doa bersama di punden dan mushola, tirakatan pada malam 1 Suro, serta kirab tumpeng yang diikuti oleh atraksi budaya seperti kirab budaya, festival seni, dan doa-doa untuk keselamatan desa. Kirab tumpeng menjadi simbol syukur kepada Tuhan atas keberkahan yang diberikan selama setahun. Masyarakat berpartisipasi dengan membawa hasil bumi, makanan, dan menggelar pertunjukan seni tradisional seperti gamelan, ludruk, dan campursari.

Selain melestarikan budaya, tradisi ini juga bertujuan untuk mengekspresikan rasa syukur dan memohon perlindungan agar desa dan masyarakatnya dijauhkan dari marabahaya. Kegiatan Bersih Desa juga mencakup pengajian umum, santunan anak yatim, serta berbagai aktivitas seni yang melibatkan anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Tradisi ini pernah terhenti, namun dihidupkan kembali pada tahun 2013 berkat inisiatif tokoh masyarakat dan kuncen setempat. Hingga kini, Bersih Desa Balearjosari telah menjadi agenda tahunan yang berperan dalam menjaga kearifan lokal dan menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur.

Deskripsi Rangkuman Wawancara Bersih Desa Lang Lang

Tradisi Bersih Desa di Desa Lang Lang dilakukan untuk memperingati 1 Muharram atau 1 Suro dalam kalender Jawa. Kegiatan ini terdiri dari acara tumpengan, arak-arakan gunungan, dan pengajian. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan doa kepada Tuhan agar seluruh masyarakat, tanaman, serta hewan peliharaan diberi keselamatan.

Pada hari pertama, diadakan acara "jabutan" dan "layangan," di mana gunungan yang berisi kue pasar dan hasil bumi diarak dari masing-masing RW dan kemudian dikumpulkan di kantor desa. Setelah didoakan, masyarakat melakukan "jabutan," yaitu mengambil atau berebut isi gunungan sebagai simbol berbagi berkah. Pada hari kedua, diadakan pengajian sebagai rangkaian penutup.

Tradisi ini sudah dilakukan sejak lama, dan Kepala Desa Yuli menghidupkannya kembali setiap tahun sebagai wujud pelestarian budaya serta menjaga semangat kebersamaan dan syukur. Acara ini hanya dilakukan di Desa Lang Lang dan bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan, dan sumber daya alam yang ada di desa.

Referensi

Wawancara dan Dokumentasi Asli

Koreksi Kami

Temukan informasi yang perlu diperbaiki? Kirim masukan kepada arsiparis.